Blogroll
Like Folow
Sekelumit Cerita Tentang Perempuan Adat Jurukalang
Organisasi Perempuan Jurukalang adalah organisasi perempuan adat satu-satunya yang ada di Propinsi Bengkulu, organisasi ini dibentuk atas inisiasi perempuan adat Jurukalang dan kemudian difasilitasi oleh Akar. Organisasi ini berada di Komunitas adat Jurukalang dan secara adminitratif berada di wilayah Kecamatan Topos dan Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong Propinsi Bengkulu yang merupakan salah satu Kabupaten pemekaran berdasarkan UU No 39 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Lebong dan Kepahyang di Provinsi Bengkulu, Saat ini Kabupaten Lebong memiliki 11 Kecamatan dan 105 Desa/Kelurahan. (more…)
Analisis Kondisi Georafis dan Ancaman Ekologis Akibat Perkebunan Besar di Kabupaten Mukomuko
oleh: Tim Riset Akar
Kabupaten Mukomuko secara fisik berada di wilayah Utara Bengkulu dan berada di sepanjang garis pantai Barat Bengkulu dan sebagian wilayahnya berada di deretan bukit barisan yang terbentang dari aceh hingga lampung, kondisi ini membuat Kabupaten Mukomuko memiliki hutan hujan tropis (tropical rain forest) terbaik di Sumatera dengan tingkat kekayaan hayati (flora dan fauna) yang cukup tinggi, dan merupakan salah satu habitat terakhir bagi hewan mamalia besar Harimau Sumatera (Panthera tigris, (more…)
Perkembangan Sistem Kelembagaan, Sosial dan Ekonomi atas Intervensi Perkebunan Sawit: Study Kasus Masyarakat Adat Sungai Ipuh
Secara kelembagaan sosial dan ekonomi masyarakat di desa-desa yang menjadi sasaran penelitian yang berperan sangat penting adalah kepala kaum, biasanya pemilihan kepala desa atau pimpinan formal lainnya haruslah mendapatkan rekomendasi dari kepala kaum, ketua kaum/kepala kaum dipilih langsung oleh komunitas warganya dengan beberapa pertimbangan peran-peran paternalistic sangan dominant dikemudian hari dalam proses demokrasi di kampong. (more…)
Memperkuat partisipasi dalam isu pengurangan emisi dari deporestasi dan degradasi (REDD Preparendness)
Di Kabupaten Lebong laju deforestasi dan degrasi hutan ini disebabkan oleh perkembangan pola pembangunan yang semakin terintegrasi dengan basis pembangunan infrastruktur, kebutuhan akan lahan akibat pertambahan penduduk, rencana pembukaan jalan antar Propinsi dan kabupaten, pertambangan dan menggeser wajah tata ruang hidup masyarakatnya. Perubahan dan perombakan tersebut didahului oleh perombakan tata pengetahuan lokal yang agresif dan meletakkan risiko dan dampak sosial-ekologik. Oleh karenanya, penataan ruang di Kabupaten Lebong patut dibaca sebagai langkah strategis tidak hanya untuk (more…)

